TEROPONG – Anggota DPRD Kutim Novel Paembonan meminta agar Pemkab Kutim tidak hanya diam melihat adanya investor yang diduga berlaku tidak wajar.

Menurutnya, landasan kerjasama yang saling menguntungkan seharusnya dibangun oleh investor dalam mengembangkan bisnisnya di daerah, terutama di sektor penggunaan tenaga kerja.

Komentar tersebut diutarakan politisi Partai Gerindra tersebut saat di wawancara awak media pagelaran rapat paripurna di gedung DPRD Kutim, Kamis (10/06/2021).

“Kita tidak boleh tunduk dengan investor yang seenaknya, Tidak masuk nalar apabila posisi sekelas operator dalam pelamaran kerja disyaratkan berbahasa mandarin,”ujarnya.

Lebih lanjut, Anggota Dewan yang dikrnal kritis dalam menyikapi kebijakan kebijakan yang kurang memihak ke masyarakat tersebut juga mengkritisi sistem pelamaran yang harus diantarkan ke Desa Selangkau oleh para pelamar.

Selain tidak efisien, menurutnya hal tersebut juga menyulitkan para pelamar yang berada di kecamatan lainnya di Kutim yang berminat untuk bergabung dengan perusahaan tersebut mengingat wilayah operasional dan kantor perusahaan saat ini yang belum didukung oleh jasa pengiriman jenis apapun.

“Bikin website sekalian email perusahaan yang resmilah, sehingga para pelamar yang berada jauh dari lokasi perusahaan dapat mengirimkan berkas lamarannya melalui email. Nanti lolos tidaknya bisa diinfokan melalui website,”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here