TEROPONG – Ketua DPD PAN Kutim Adhy Berdhy mengecam keras perusahaan-perusahan tambang yang masih menggunakan Bus Operasional dengan plat nopol luar Kutim.

Pasalnya, hal tersebut disinyalir selain tidak memberikan kontribusi terhadap daerah, juga hanya menambah kemacetan arus jalan, khususnya kota Sangatta.

Ketua Fraksi Amanat Keadilan Berkarya tersebut juga menyebutkan bahwa dengan diaturnya bus operasional perusahaan dengan ber pkat Kutim, menurutnya potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat.

“Jika semua kendaraan operasional perusahaan tambang telah melakukan mutasi untuk bus operasional ber plat luar Kutim, maka peningkatan pajak di daerah sangatlah besar dan itu menguntungkan untuk daerah,” ujarnya.

Anggota DPRD berpenampilan nyentrik tersebut juga menyampaikan bahwa ada keluhan masyarakat terkait perilaku arogansi pengendara bus angkutan karyawan perusahan tambang tersebut.

Dirinya juga membahas polemik lain terkait bus angkutan karyawan yang melintas di jalan utama Kota Sangatta, termasuk masalah titik penjemputan yang masih belum beraturan dan juga Halte penjemputan yang belum memadai.

“Kami akanmemperjuangkan untuk bisa diterbitkannya Perda yang mengatur regulasi tersebut,”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here